Translate

Sabtu, 02 Februari 2013

INFO ONLINE : Bisnis Baterai Ion-Lithium Jepang



INFO LAYANAN PUBLIK ONLINE . .>>
Bisnis Baterai Ion-Lithium Jepang akan Lakukan Merger
INFO ONLINE =>Tokyo (AFP/ANTARA) – Sebuah perusahaan yang didukung pemerintah Jepang akan mempelopori sebuah rencana untuk menggabungkan bisnis baterai ion-lithium Sony dan perusahaan besar lainnya dalam upaya untuk menjaga teknologi mutakhir, menurut sebuah laporan pada Jumat.

Tokyo (AFP/ANTARA) – Sebuah perusahaan yang didukung pemerintah Jepang akan mempelopori sebuah rencana untuk menggabungkan bisnis baterai ion-lithium Sony dan perusahaan besar lainnya dalam upaya untuk menjaga teknologi mutakhir, menurut sebuah laporan pada Jumat.

Innovation Network Corporation of Japan (INCJ) mulai bekerja pada integrasi usaha gabungan Jepang, dengan perusahaan raksasa elektronik konsumen pada inti dari rencananya, lapor Yomiuri Shimbun, mengutip sumber tanpa nama.


  
Berdasarkan program tersebut, partner merger yang paling mungkin untuk Sony Energy Devices merupakan perusahaan gabungan yang didirikan oleh Nissan dan NEC, yang disebut Automotive Energy Supply, kata surat kabar itu.

Langkah ini bertujuan untuk menjaga perusahaan Jepang yang unggul dalam teknologi, dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dari perusahaan-perusahaan Korea Selatan, katanya.

Baterai ion-lithium digunakan dalam berbagai produk, mulai dari gadget elektronik seperti komputer laptop dan ponsel untuk mobil listrik.

Baterai ion-lithium yang jauh lebih besar dan lebih kuat menjadi pusat penyelidikan dalam pendaratan darurat Dreamliner Boeing pada pekan lalu, yang mengakibatkan penghentian penerbangan 787 di seluruh dunia.

INCJ baru-baru ini sedang menengahi pembicaraan antara Sony, Nissan dan usaha gabungan NEC. Mereka mengerjakan sebuah rencana yang menunjukkan bahwa Sony menjual saham mayoritas di unit baterai untuk Nissan dan NEC, sementara INCJ juga akan berinvestasi dalam perusahaan gabungan tersebut, kata Yomiuri.

INCJ akan mencari partner merger lainnya di antara perusahaan-perusahaan Jepang jika pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan, katanya.

Seorang juru bicara Sony dan seorang pejabat INCJ, menolak untuk mengomentari laporan tersebut.

Sony sedang menjalankan restrukturisasi setelah pembuat konsol game PlayStation dan televisi Bravia mengalami kerugian sebesar 456,66 miliar yen (sekitar Rp49 triliun) pada tahun fiskal lalu.

Reorganisasi besar-besaran termasuk menjual divisi kimianya, sementara menginvestasikan 50 miliar yen (sekitar Rp5,37 triliun) di perusahaan pembuat kamera dan peralatan medis, Olympus, serta menjual kantor pusatnya di Manhattan AS, sebesar 1,1 miliar dolar Amerika (sekitar Rp10,6 triliun).

Tahun lalu, perusahaan itu mengatakan akan memecat sekitar 10.000 pekerja dan menghabiskan hampir 1,0 miliar dolar Amerika untuk perbaikan yang dirancang dalam mengubah drastis produk dan mengurangi biaya, yang digambarkan pimpinannya, Kazuo Hirai, sebagai hal yang "mendesak."(dh/ml)

http://berita.plasa.msn.com/bisnis/antara/bisnis-baterai-ion-lithium-jepang-akan-lakukan-merger

Tidak ada komentar: