INFO LAYANAN PUBLIK ONLINE . .>>
Bisnis Baterai
Ion-Lithium Jepang akan Lakukan Merger
INFO ONLINE =>Tokyo (AFP/ANTARA) –
Sebuah perusahaan yang didukung pemerintah Jepang akan mempelopori sebuah
rencana untuk menggabungkan bisnis baterai ion-lithium Sony dan perusahaan
besar lainnya dalam upaya untuk menjaga teknologi mutakhir, menurut sebuah
laporan pada Jumat.
Tokyo (AFP/ANTARA) –
Sebuah perusahaan yang didukung pemerintah Jepang akan mempelopori sebuah
rencana untuk menggabungkan bisnis baterai ion-lithium Sony dan perusahaan
besar lainnya dalam upaya untuk menjaga teknologi mutakhir, menurut sebuah
laporan pada Jumat.
Innovation Network
Corporation of Japan (INCJ) mulai bekerja pada integrasi usaha gabungan Jepang,
dengan perusahaan raksasa elektronik konsumen pada inti dari rencananya, lapor
Yomiuri Shimbun, mengutip sumber tanpa nama.
Berdasarkan program
tersebut, partner merger yang paling mungkin untuk Sony Energy Devices
merupakan perusahaan gabungan yang didirikan oleh Nissan dan NEC, yang disebut
Automotive Energy Supply, kata surat kabar itu.
Langkah ini bertujuan
untuk menjaga perusahaan Jepang yang unggul dalam teknologi, dalam menghadapi
persaingan yang semakin ketat dari perusahaan-perusahaan Korea Selatan,
katanya.
Baterai ion-lithium
digunakan dalam berbagai produk, mulai dari gadget elektronik seperti komputer
laptop dan ponsel untuk mobil listrik.
Baterai ion-lithium
yang jauh lebih besar dan lebih kuat menjadi pusat penyelidikan dalam
pendaratan darurat Dreamliner Boeing pada pekan lalu, yang mengakibatkan
penghentian penerbangan 787 di seluruh dunia.
INCJ baru-baru ini
sedang menengahi pembicaraan antara Sony, Nissan dan usaha gabungan NEC. Mereka
mengerjakan sebuah rencana yang menunjukkan bahwa Sony menjual saham mayoritas
di unit baterai untuk Nissan dan NEC, sementara INCJ juga akan berinvestasi
dalam perusahaan gabungan tersebut, kata Yomiuri.
INCJ akan mencari
partner merger lainnya di antara perusahaan-perusahaan Jepang jika pembicaraan
tidak menghasilkan kesepakatan, katanya.
Seorang juru bicara
Sony dan seorang pejabat INCJ, menolak untuk mengomentari laporan tersebut.
Sony sedang
menjalankan restrukturisasi setelah pembuat konsol game PlayStation dan
televisi Bravia mengalami kerugian sebesar 456,66 miliar yen (sekitar Rp49
triliun) pada tahun fiskal lalu.
Reorganisasi
besar-besaran termasuk menjual divisi kimianya, sementara menginvestasikan 50
miliar yen (sekitar Rp5,37 triliun) di perusahaan pembuat kamera dan peralatan
medis, Olympus, serta menjual kantor pusatnya di Manhattan AS, sebesar 1,1
miliar dolar Amerika (sekitar Rp10,6 triliun).
Tahun lalu,
perusahaan itu mengatakan akan memecat sekitar 10.000 pekerja dan menghabiskan
hampir 1,0 miliar dolar Amerika untuk perbaikan yang dirancang dalam mengubah
drastis produk dan mengurangi biaya, yang digambarkan pimpinannya, Kazuo Hirai,
sebagai hal yang "mendesak."(dh/ml)
http://berita.plasa.msn.com/bisnis/antara/bisnis-baterai-ion-lithium-jepang-akan-lakukan-merger
HOME
Tidak ada komentar:
Posting Komentar